Oleh: pakpaksim | 21 September 2010

CARAI NGO…..! DOK BEDANG

Oleh Muda M Banurea

Cara, teknik, dan metode penyampaian sesuatu seringkali mempengaruhi respon seseorang. Caraingo…..!, adalah ungkapan emosional menanggapi sesuatu perilaku seseorang, yang meskipun dari sisi substansi sesuatu yang disampaikan tidak dipermasalahkan, namun cara dan teknik penyampaian melahirkan ketersinggungan. Mungkin karena intonasi bernada membentak, atau situasinya yang tidak tepat atau mungkin juga tutur kata yang tidak etis. Materi pembicaraan menjadi berbelok arah, dan suasana diskusi bergeser mempersoalkan cara. Walaupun terkadang mempersoalkan cara atau tekni penyampaian sering juga hanya dijadikan sekedar apologi, mengelak dari inti pembicaraan. Tetapi harus duakui, proses penyampaian sesuatu, aspirasi, ide, pemikiran, permintaan dan lain-lain memerlukan sistem dan metode sendiri-sendiri. Penyampaian aspirasi melalui demonstrasi anarkis tentu akan menggeser issu dari intim persoalan kepada persoalan pidana pengrusakan. Atau penyampaian pendapat yang tidak tepat menggeser substansi menjadi pencemaran nama baik, penghinaan atau pencemohan. Sungguh metode dan penyampaian memerlukan mekanisme. Oleh karena itulah diperlukan aturan baik tertulis maupun tidak tertulis. Penyampaian aspirasi diatur dalam undang-undang atau peraturan lainnya, mekanisme diskusi diatur tersendiri oleh moderator. Penyampaian pandangan dilakukan dengan mengikuti tata tertib yang ditetapkan oleh peserta. Jika tidak maka akan terjadi benturan, terutama jika sebelumnya telah dilatar belakangi oleh perbedaan kepentingan, perbedaan prinsip dan perbedaan-perbedaan lainnya. Dalam konteks keseharian di Simsim, barangkali gejala membelokkan persoalan dari substansi kepada cara dan teknik seringkali negatif. Bantahan atau kemarahan yang ditimbulkan adalah alasan untuk mengelak dari inti pembicaraan. Ketersinggungan pribadi yang diakibatkan cara, di blow-up sedemikian rupa, sehingga orang lain yang ada disekitar kehilangan informasi yang benar dari apa yang sedang diperdebatkan. Keterlibatan pihak ketiga misalnya menjadi juru damai lebih didorong oleh carai…! Latar belakang, akar persoalan atau sumber utama menjadi terabaikan. Akibatnya perdebatan bisa dihentikan, perkelahian tidak terjadi namun masalah utama tidak terselesaikan, dilupakan dan kemudian dapat berlarut-larut. Meski demikian, carai ngo … dok bedang dalam keseharian menjadi anekdot dan digunakan bernada canda. Kelakar dalam memandang satu hal dari orang lain yang menyampaikan pendapat. Meskipun demikian harus diantisipasi sebab ternyata juga mampu memanaskan situasi, memfait e compli, dan memperdalam perselisihan. Diungkapkan dengan santun tetapi berdampak luar biasa dalam membangkitkan emosi. Kompor, kipas, “memanas-manasi” seringkali dilakukan dengan menggunakan kalimat ini secara efektif. Dan dalam prkatek, tidak jarang efektif dalam membangkitkan kemarahan, mempertajam perseteruan dan memelihara jurang pemisahan antar individu.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: