Oleh: pakpaksim | 11 September 2010

ODA MA NI SHOOTING….!

Oleh:  Muda M. Banurea

Kalimat diatas, memberi pengertian bahwa sesuatu yang diucapkan memerlukan pembuktian atau fakta melalui shooting (merekam peristiwa dengan alat camera video). Sering muncul sebagai komentar ketika seseorang komunikan menyampaikan sebuah informasi kepada audience. Dan audiance umumnya lebih dari seseorang. Meskipun pemberi komentar memilki jarak yang tidak terlalu dekat dengan pemberi informasi. Seseorang akan berteriak dengan kalimat tsb. Kalimat itu juga sangat popular di Pakpak Bharat. Kalimatnya bisa pula “ada ma nidah…! Atau “oda ma ni tonggor…! atau Oda ma ni rior….!! Dll yang senada.

Ungkapannya tidak focus diarahkan kepada pembicara, melainkan kearah lain, meskipun dimaksudkan untuk sang pembicara. Oleh karena itu cenderung diterjemahkan sebagai “duhul”. Mencela informasi pembicara, bernada kurang sependapat meskipun sering juga dimaknai sebagai akibat ketidakmampuan menerima atau merealisasikan informasi atau ketidak setujuan terhadap informasi yang disampaikan.

Fakta, sebagai bukti informasi memang diperlukan untuk memperkuat kebenaran informasi, tetapi barangkali tidak semua informasi harus selalu dibuktikan seketika. Tidak semua pula informasi dibuktikan dengan  rekaman maupun penglihatan penerima informasi jika terdapat saksi lain yang membenarkan informasi yang disampaikan.Tetapi di Pakpak Bharat mungkin segalanya harus dapat dengan serta merta dibuktikan. Akibatnya para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) mengalami kewalahan dalam melakukan pembinaan terhadap petani. Para pendeta atau sintua mengalami kesulitan menyebarkan kebenaran alkitabiah, atau para dai dalam siyar agamanya. Pekerja social dan pemerhati social lainnya kesulitan pula memberikan masukan bagi upaya penanggulangan masalah-masalah social. Komentar tersebut lebih banyak berakibat bagi melemahnya semangat pembicara, Bahkan ketika mendengar komentar demikian, sang pembicara seketika berhenti dan tidak lagi meneruskan pembicaraan.Seorang PPL tidak perlu berubah fungsi sebagai petani untuk dapat membantu petani menyelesaikan permasalahan bibit, pupuk, pola penanaman, maupun cara memelihara tanaman. Jika itu terjadi maka bisa dipastikan ia akan lebih banyak mengurus tanamannya dibandingkan dengan memberi penyuluhan. Lebih jauh lagi jika ada bantuan bibit maka dipastikan yang lebih dulu dan lebih banyak menerima pasti PPL disbanding petani. Sesuatu yang pasti akan diprotes petani. Para pendeta tidak mungkin lagi membawa jemaatnya ke negeri “Kolose” untuk menggambarkan keadaan yang di informasikan, demikian seterusnya.

Oleh sebab itu, komentar yang diajukan tersebut adalah celetukan, gerutuan,  penolakan bagi pembicara.  “Kata so mada” bagi orang Pakpak, Artinya bahwa ia sebetulnya bukan bermaksud mendapatkan bukti dari apa yang disampaikan, melainkan perintah agar pembicara tidak melanjutkan informasinya. Ini tidak semata-mata karena informasinya, tetapi bisa disebabkan ketidaksenangan terhadap pembicara. Atau sebagaimana disebutkan diatas disebabkan oleh informasi yang disampaikan terlalu jauh dari alam pikirannya. Atau mungkin juga karena watak “Pande oda terperguruken, moto oda terajaren”. Satu hal yang pasti bahwa informasi tidaklah tersampaikan dengan baik, karena diganggu oleh komentar. Yang rugi barangkali bukan hanya yang berkomentar, tetapi juga orang lain yang bersama-sama dengannya sedang ikut mendengarkan pembicaraan. Ini menjadi bukti bahwa sinyalemen orang Pakpak “Pekeken baka ndilo”.  menjadi menguat, Ah…. Teppeh………………???


Responses

  1. ada kalanya kata2 itu diucapkan hanya untuk bercanda walau dalam hatinya membenarkannn

    • Pengakuan dalam hati kayaknya watak Pakpak memang


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: