Oleh: pakpaksim | 11 September 2010

MUKUFHHH….. DOK ARDAP

Oleh: Muda Mawardi Banurea

Kenaikan harga BBM memang membuat gerah (mukup), harga semua kebutuhan pokok ikut beranjak naik. Masyarakat mulai gelisah. Apa-apa naik. Apalagi di Pakpak Bharat. Baru saja rasanya masyarakat mulai “merkessah”, tiba-tiba kembali dihimpit tekanan ekonomi. Harga Pupuk naik, belum lagi langka pula, sehingga dikhawatirkan panen gagal. Betul-betul terasa mukufhh…… dok Ardap.

Penulis memang tidak kenal Ardap, dan mudah-mudahan tulisan ini tidak membuat tersinggung pemilik nama itu, tetapi istilah diatas pernah akrab ditelinga penulis. Mungkin dulu diungkapkan orang hanya sebagai plesetan. Bahkan mungkin pula ejekan. Tetapi dengan aktulaisasi melalui pemaknaan terhadap kondisi sosial kekinian, istilahnya menjadi demikian bermakna. Banyak gejala dan fenomena sosial yang bisa diformulisaikan melalui kata dan istilah itu. Sama seperti ketika KPU Daerah Pakpak Bharat melakukan Verifikasi factual terhadap partai partai baru. Banyaknya partai mengkibatkan kesulitan dalam mencari orang untuk dijadikan Pengurus partai apalagi anggota. Karena dibutuhkan seperseribu anggota dengan KTA dan KTP yang lengkap. Harus pula dibubuhi tanda tangan. Akibatnya para pimpinan partai mengalami “mukufhh… dok Ardap”. Dalam jumlah penduduk plus minus hanya 38.000,  tidaklah mudah mencari orang yang bisa dan mau menjadi pengurus partai. Bayangkan jika Partai ada 51, maka pengurus Kabupaten dibutuhkan minimal 10 x 51, untuk tingkat kecamatan dibutuhkan pula 10 x 8 x 51 partai. Banyangkan pula untuk desa 10 x 52 desa x 51 partai, ditambah anggota sebanyak seperseribu dari 38.000 penduduk dikalikan dengan 51 partai. Terlalu banyak, pusing menghitungnya. Yang pastai pimpinan partai jelas akan pontang panting memenuhi persyaratan. Banyak orang kini mendapat gelar “Ketua”. Padahal yang berpotensi sebagai pimpinan partai jika diukur dari kapasitas dan kapabilitas dari masyarakat yang sekian itu tentu sangat terbatas..Betul-betul mukup.

Kurang lebih seminggu, kota Salak khususnya ramai. Tinggat mobilitas menaik. Sebab minimal 36 anggota harus ada di kantor Partai saat verifikasi berlangsung. Banyak KTA ganda, artinya olah Partai anu dicatat sebagai anggota, padahal di partai lain juga terlanjur terdaftar. Bahkan juga ditingkat pengurus. Mukup…..!. Aktivitas politik menemui masa puncak kesibukan , bahkan sampai menelan korban karena sebuah pick-up L 300 mengalami kecelakaan. Bak sampingnya  lepas dan penumpangnya jatuh ke jalan raya. Beberapa penumpangnya yang nota bene adalah anggota partai yang akan diverifikasi mengalami luka parah bahkan harus dilarikan ke rumah sakit di Medan. Dari informasi para pimpinan Partai diantara mereka juga terdapat pengurus partai yang sudah lolos Pemilu sehingga nggak perlu verifikasi. Tetapi kenapa ikut verifikasi juga, itu menjadi soal lain. Barangkali tadi dikarenakan sulitnya mendapatkan anggota. Kebutuhan akan Uang “makkan” menjadikan terabaikannya KTA ganda. Beberapa pimpinan partai kesal, gerah dan mukufhh… dok Ardap.

Sedikitnya jumlah masyarakat bisa memudahkan pelayanan, tetapi manakala dibutuhkan banyak orang untuk keperluan tertentu ia menjadi kendala yang cukup bikin pusing kepala. Belum lagi diantaranya tidak pula serius dalam rekruitment. Hanya pendomi bagut-bagut. Yang penting ikut, jumlah terpenuhi partai lolos. Itu saja. Soal pilihan pada saat Pemilu akan lain ceritanya. Dan ketika diumumkan yang lolos hanya 18 Partai baru dan 17 lainnya “gampar surat-suratna” maka rasanya akan bertambah mukufh…

Mukuffhh… dok ardap, bisa ditujukan terhadap banyak peristiwa. Yang pasti banyak hal belakangan ini yang bikin kita mukup. BBM naik, harga-harga ikut. DPR ditangkap, korupsi tetap merajalela. Hak angket di DPR RI saja bikin mukup karena Partai yang menolak hak angket, berebut posisi sebagai ketua Pansus. Subsidi Minyak goreng, kurang jelas, Pupuk bersubsidi hilang dari pasar, karena ada yang tertangkap akan menyelewengkan ke daerah lain. Bantuan perkuatan modal dari APBD belum juga terrealiasi, petani hanya harap-harap cemas. Tadinya 3 M untuk petani, katanya akan mengalami perubahan dan dialokasikan untuk UKM, tetapi tidak diproses secara transparan., ah mukup teppeh…….! Ardap meungkin tidak mengalami secara phisik keadaan yang membuat mukup sekarang ini, tapi ia punya peninggalan yang bisa diadopsi untuk memahami dan menterjemahkan keadaan. Terima kasih Ardap…!


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: